Showing posts with label Studio Emprak. Show all posts
Showing posts with label Studio Emprak. Show all posts

Wednesday, November 14, 2012

Belajar Pada Batu


Nyeri Cinta



Batu gunung lumut waktu
Angin mendesau, batu bisu
Menyangga ngilu langit yang berlobang                                       
Pantulan kaca-kaca miskin jiwa
Kemana perginya cinta
Dan gunung menjadi pisau raksasa
Berkilatan lukisan mengerikan

Batu kali ganggang hari
Deras air kali, hutan merah
Didera Lumpur panas
Masih juga sabar mencatat
Bencana peristiwa bertubi-tubi

Batu nyeri, menahan pahatan
Tatahan zaman, reca
Tak juga tetes luh
Sebab tetes peluh pemahat
Terus belajar tanggung jawab
Kerja, cinta tanpa kata-kata
 
Studio emprak, 24408
 

Read more »

Wednesday, October 3, 2012

Bulan Bulat

Bulan bulat tersangkut pohon kelapa
Usai azan isya’ anak-anak bermata cahaya
Bersembunyi  di mana?
Desa bermandikan lampu-lampu
Terjerat gambar mimpi-mimpi televise
Menelan sesayup ayat-ayat suci

Bulan bulat menangis sendiri
Tak ada yang dolanan jamuran
Sedang syair-syair al barjanji
Tak terbaca di gang-gang kian sempit
Menyesakkan pertikaian tak habis-habis

Read more »

Friday, September 28, 2012

Kabar Dari Desa



Kabar Dari Desa

Sudah lama sebelum maghrib
Rumah-rumah menyala lampu
Warna-warni gambar televise
Menghapus suara orang-orang
Mengaji kitab suci
Pergantian siang malam
Tanda tak lagi terbaca

Sudah lama gemintang menghilang dari langit
Sebab bintang-bintang televise mengerjapkan matanya
Menyihir syahwat, menyerap usia sia-sia

Read more »

Sunday, September 23, 2012

2012



2008

sudahkah langkah ke depan direncanakan?
menoleh ke belakang adalah gelap
Dan kau harus mempersiapkan menyongsong cahaya
Keabadian, yang sebermula adalah kematian
Jangan sampai terjaga, namun mengapa masih saja
Diam di tempat bahkan mengubur jejak mendatang?

Mestinya lebih membanting otak dan tinggalkan perasaan?
Sementara hari-hari kemarin hanya kumpulan luka
Menderaskan darahairmata, meluber seluruh tanah air
Jangan bimbang tentang esok
Tuhan maha kaya dan memberikan segala
Hanya saja kita tak pandai mensyukurinya
Hingga berubah azab yang bertubi-tubi kita nikmati
Sementara dalam bencana ada berkah tersembunyi
Hanya saja kita tidak sabar atau renungkanlah

Read more »

Thursday, September 6, 2012

Sehabis Azan

Sehabis Azan

Gambar peristiwa diri yang terlupa
Bermunculan serupa rerumputan sehabis hujan
Bau tanah wangi, busuk bangkai, amis darah
Berloncatan silih berganti pecahkan paru-paru
Sesak asap bertuba, udara beku
Siapkah nafas henti seketika

Tangisan, suara musik televisi
ujung belati menodongkan kilatnya
di urat leher, cemas menjadi-jadi
ada yang berteriak-teriak; suyi Cinta
siapkah nafas henti seketika


studio emprak, 27408

Read more »

Percakapan Malam

Percakapan Malam

Seharian menyusur jalanan berdebu
Usia terbanting-banting liku berbatu
Masih juga mencari
Tenang hati tak juga menemu?
Alangkah, rindu remuk redam
Cakrawala bisu

Malam terbaring, sulit tidur
Lalu percakapan tak tentu
Sesal  harapan  bertalu-talu
Memanggili kepastian
Mengapa tak merebutnya, masih ada waktu

Malam pun gemetar di seluruh sungai
Nadi yang teracuni cemas
Diam maut pun mengepung
Meski percakapan belum rampung

Studio emprak, 2508

Read more »

Zikir Embun

Zikir Embun

Sebelum malam berangkat senyap
Ada rindu patah menggebu
Pada pertemuan memikat
Puncak hening, bulan terbanting
Di bilangan usia masih sekeping
Lena tertukar mimpi riuh nafsu

Malam pun mengkristal cahaya embun
Membasahi rumputan kering
Dan kemarau, menetes di jiwa
Tapi hati masih galau
Sebab gagal raih kemilau embun
Bagi perjalanan tiada batas

Namun embun terus memutar malam
Nyaris selesaikan sunyi berpendaran
Cahya gerimis di kelopak mata penyesalan
Sebelum tarikan nafas penghabisan
Adakah pertemuan lebih mengasikkan
Hingga lupa kefanaan

Studio Emprak 20508

Read more »

Home : Jl. Sulang-Sumber KM. 1,5 Desa Tanjung 02/02 Kecamatan Sulang Kab. Rembang 59254

Office : Jl. Sulang-Sumber KM. 4,5 Ds. Lambangan Kulon Kec. Bulu Kab. Rembang