Nyeri Cinta
Batu gunung lumut
waktu
Angin mendesau, batu
bisu
Menyangga ngilu langit yang berlobang
Pantulan
kaca-kaca miskin jiwa
Kemana perginya
cinta
Dan gunung
menjadi pisau raksasa
Berkilatan
lukisan mengerikan
Batu kali ganggang
hari
Deras air kali,
hutan merah
Didera Lumpur
panas
Masih juga sabar
mencatat
Bencana peristiwa
bertubi-tubi
Batu nyeri,
menahan pahatan
Tatahan zaman,
reca
Tak juga tetes
luh
Sebab tetes peluh
pemahat
Terus belajar
tanggung jawab
Kerja, cinta tanpa
kata-kata
Studio emprak, 24408
